SEN Corp lahir dari kebutuhan nyata di lapangan — bukan dari ruang rapat. 2024 — Sepri Situmeang dan Gustian Mahardika, dua praktisi ekspor dengan pengalaman 15+ tahun di bidang strategic marketing, bisnis, dan ekspor-impor. 6 tahun dipercaya sebagai Tenaga Ahli FTA Center Kemendag, melihat pola yang sama berulang kali: ribuan pelaku usaha ingin ekspor, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Regulasi dipahami setengah-setengah, perhitungan harga tidak matang, mencari buyer secara asal tanpa validasi pasar. Mereka memutuskan: pendekatan harus diubah — dari pelatihan satu arah menjadi pendampingan terstruktur.
Awal 2025 — Program in-house training untuk salah satu manufaktur otomotif memicu kelahiran nama "SEN": Smart Export Nusantara. Februari 2025, SJE Banten 2025 menjadi proof-of-concept pertama: 41 UMKM didampingi selama 6 bulan, 9 eksportir baru tercipta, total nilai transaksi Rp 3,2 miliar — realisasi, bukan proyeksi.
September 2025 — Riset Indonesian Naturals bersama Kementerian Perindustrian memperkuat kapasitas SEN dalam riset pasar dan analisis komoditas. Oktober 2025 — Christoper M Satriandaru bergabung membawa visi digitalisasi dan AI. Desember 2025 hingga April 2026 — Audiensi dengan 60+ instansi: kementerian, pemerintah daerah, perbankan, BUMN, dan asosiasi industri. Setiap pertemuan mengkonfirmasi: Indonesia butuh ekosistem ekspor yang terpadu, bukan program yang terpisah-pisah.
April 2026 — SEN AI (Beta V0.1.0) lahir, platform pendampingan ekspor berbasis AI dengan 25+ tools dalam 8 tahap terstruktur. SEN Rebrand menjadi SEN Corp, menaungi 6 inisiatif yang mencakup seluruh rantai nilai ekspor.